Pelanggaran HAM Prabowo

Posted: Desember 2, 2012 in Uncategorized

Gara-gara kalian memilih jokowi ahok dosa pelanggaran HAM Prabowo terhapus

dosa-dosa” Prabowo yang memerintahkan Tim Mawar menculik aktivis pro-Reformasi tahun 1997-1998, dimana beberapa aktivis ini masih hilang hingga sekarang, diduga kuat telah tewas. Beberapa anggota Tim Mawar telah diadili dan divonis bersalah, tidak dengan komandannya. Ini saja sudah tidak benar. Pertanggungjawaban perintah kemiliteran kok ke anak buah.

Dosa-dosa Prabowo tersebut multibentuk: agama, sosial, administrasi-disiplin tentara, hukum pidana, dan politik. Secara agama (pertobatan) barangkali ybs sudah bertobat. Secara sosial, khabarnya Prabowo sudah meminta maaf kepada para korban diantaranya Haryanto Taslam, sedangkan keluarga korban lainnya sampai sekarang belum mau memaafkan. Pun secara administrasi-disiplin tentara, Prabowo sudah menerima sanksi berupa pemecatan sebagai Danjen Kopasus pada Maret 1998. Yang belum adalah sanksi hukum pidana dan politik. Anak buah sudah mempertanggungjawabkan perbuatannya, Prabowo sang komandan yang belum.

Pertobatan secara agama, sanksi sosial dan sanksi disiplin tidaklah menghapus kesalahan secara pidana. Dari alam baka barangkali para arwah pejuang pro-Reformasi meminta pertanggungjawaban rezim penguasa termasuk militer waktu itu.

Itulah mengapa dikatakan bahwa kejahatan penghilangan paksa (pembunuhan) atau penculikan satu orang anak manusia (mikrokosmos) hakikatnya sama dengan telah membunuh seluruh umat manusia.

Karena nilai manusia sungguh berharga. Saya sering menganalogikan begini. Kejahatan mengkorupsi APBN satu tahun anggaran (Rp.1.400-an triliun) masih kalah dibandingkan kejahatan penguasa yang menghilangkan nyawa satu orang warganya diluar ketentuan hukum. Sebab, berapapun nilai harta tidak sebanding nyawa satu anak manusia.

Para cerdik cendekia patut waspada. Karena mindset berpikir warga boleh jadi telah terbiasa dengan pelanggaran HAM masa lalu, sehingga potensial menganggap pelanggaran HAM sebagai kejahatan biasa, bahkan mungkin dinilai lebih rendah tingkatnya dibanding korupsi. Padahal, pelanggaran HAM adalah kejahatan tertinggi paling asasi karena ia dilakukan oleh rezim penguasa pada warganya.

Umpama dibanding-bandingkan; mana yang lebih jahat kelakuan M Nazaruddin yang dipidana korupsi, dibandingkan kejahatan para terduga pelanggaran HAM yang sampai sekarang belum diadili, maka jawabannya pasti. Kejahatan pelanggaran HAM (pembunuhan) lebih jahat dibandingkan korupsi!

Prabowo sudah mengakui memerintahkan Tim Mawar menculik para aktivis pro-Reformasi 1997-1998. Hanya saja sampai sekarang belum nampak tanda-tanda Prabowo bakalan menyerahkan diri sukarela pada aparat penegak hukum. Idealnya, dengan kesatria sesuai doktrin tentara, Prabowo mengakui kesalahan dan menyerahkan diri dengan penuh kesadaran kepada penegak hukum.

Karena itulah mengapa Prabowo sebaiknya ditangkap.

About these ads

Komentar ditutup.