Fatwa Haram

Posted: November 4, 2012 in Uncategorized

MUI DKI ikut-ikutan?

Ini lagi MUI DKI ikut-ikutan mengeluarkan fatwa haram memilih pemimpin non muslim.

Kenapa? Landasannya apa? Fatwa pesanan?

FATWA Naik Haji Haram baca Al-Qur’an Haram pakai BB Haram

Berani gak MUI DKI membuat fatwa Haram Naik Haji dan Baca Al-Qur’an Haram?

Alasannya : karena naik haji menggunakan peralatan yang dibuat oleh orang-orang kafir.
Dari rumah menuju asrama haji naik mobil, mobilnya yang membuat orang kafir.
Sebelum sholat ambil air wudhu dari kran, airnya mengalir disedot pakai mesin yang membuat orang kafir.
Naik pesawat Boeing ke Mekah, pesawat Boeing-nya yang membuat orang kafir Amerika yang sering mempermainkan Indonesia.

Baca Al-Qur’an Haram karena al-Qur’an diketik menggunakan computer,
yang membuat komputer orang kafir. Kemudian dicetak menggunakan kertas,
kertasnya yang memproduksi perusahaan milik orang kafir. Mesin cetaknya dibuat juga oleh orang-orang kafir.
Jadi baca Al-Qur’an haram kecuali al-Qur’an yang ditulis sendiri menggunakan darah atau arang (solanya kalau pakai tinta, tintanya diimpor dulu dari China, jadi haram juga).
Pakai BB juga haram karena buatan orang kafir. Orang muslim di Amerika haram, muslim di Inggris haram, muslim di Perancis haram, karena mereka muslim tapi memilih pemimpin non muslim.

Allah tidak kaku seperti itu, lha wong Allah yang menciptakan manusia berbangsa-bangsa dan bersuku-suku,

supaya saling mengenal untuk saling mengambil hikmah. Kalau orang Islam kaku hanya karena gak bisa mengambil makna Al-Qur’an, gimana Islam mau menjadi rahmatan lil’alamin???
Kenapa kalau ada masalah hukum gak pernah diputuskan menurut Al-Qur’an,
yang mencuri potong tangannya, pasti gak ada pencuri di Indonesia.
Alasannya hukum kita tidak mengenal hukum potong tangan. Katanya Islam bersumber Al-Qur’an. Giliran mau pilgub, muslim harus memilih pemimpin yang seiman, karena Jakarta mayoritas Islam.
Foke-Nara-Marzuki Alie-Jangan SARA

80% uang yang beredar di negeri ini adalah milik 1000 orang pengusaha terkaya di negeri ini yang 90%-nya non muslim.
Pengusaha ini mempekerjaan jutaan anak bangsa muslim, mereka bekerja dan digaji dari uangnya pengusaha non muslim.
Para pengusaha non muslim itu membayar pajak triliunan rupiah dan uang itu yang dipakai menggaji para pejabat, anggota dewan, para birokrat dan pegawai negeri.
Uang pajak itu juga yang dipakai untuk memperbaiki masjid, tempat ibadah, sekolah, jembatan, jalan, subsidi rakyat miskin, dll.
Tolong jaga perasaan mereka, kalau Anda memang pemimpin. Saya Alhamdulillah muslim, tapi tidak berpikiran sempit seperti Anda para pejabat yang digaji dari uang orang-orang yang Anda hujat.

Tapi kalau sudah hobi ngomong SARA hanya supaya menang PILGUB DKI, ya lebih baik jangan dipilih.

Pilih saja Jokowi. Ngapain pusing-pusing. Kalau ada isu SARA, selebaran di masjid-masjid, ya tetap ingat saja: Yang Muslim pilih Jokowi, yang non muslim pilih Ahok.

Komentar ditutup.