Budha

Posted: November 25, 2012 in Uncategorized

Tentang kepalsuan Tri Pitaka sebagai kitab suci yang resmi diakui sebagai Kitab Susi Agama Buddha

Coba pikirkan…. bagaimana tidak bodoh. Mereka tahu bahwa kitab mereka palsu. Bukan berasal dari Tuhan. Bukan tulisan tulisan yang terinspirasi dari Tuhan. Bukan juga asli apa yang dituturkan Sidharta Gautama, guru agung mereka. Bukan juga rekaman langsung atau live dari Sidharta Gautama mengajarkan agama Buddha.
Tapi mereka tetap menjadikan Tri Pitaka itu sebagai pedoman hidup. Banyak hal hal spritual dan dunia dibandingkan dengan tulisan tulisan yang bisa saja berasal dari Iblis itu dalam Tri Pitaka.
Dan mereka juga tahu, ada kitab yang katanya berasal dari Tuhan. Ada juga kitab yang turun langsung dari Tuhan tanpa perantara Jibril. Dan ada kitab yang diturunkan Tuhan langsung ke nabinya melalui Jibril.
Tapi mereka tetap lebih percaya pada kitab palsu Tri Pitaka.
Mengapa bagitu?
Karena mereka tidak tahu apa itu Tuhan. Mereka tidak peduli mau Tuhan atau Iblis. Mereka tidak memandang hitam putih penulisan kitab suci. Mereka tidak tertarik dengan ribut ribut kalau tidak dari Tuhan maka kitab anda dari Iblis.
Tuhan dan Iblis sama saja. Netral saja bagi mereka yang Buddhis.
Manusia manusia sesat bernama Buddhis itu lebih percaya pada diri mereka sendiri. Bahwa dalam kemelekatannya dengan dunia, seringkali mereka masih terjebak pada kejahatan kejahatan duniawi yang kata penganut Tuhan itu sebagai perbuatan Iblis.
Umat umat Buddhis yang sesat itu menolak inspirasi Tuhan, sekaligus mengangkangi Iblis yang dicelakan orang banyak. Mereka tak peduli. Mau berteman atau bermusuhan dengan Tuhan atau Iblis.
Tri Pitaka, sampah sampah organik itu mengajarkan mereka begitu. Mengajarkan mereka tidak dengan gampang percaha pada hal hal yang tidak bisa dibuktikan. Pada kenyataannya mungkin sebagai manusia biasa, hanya NOL Koma sekian persen saja dari Tri Pitaka yang bisa dibuktikan manusia.
Dan Tri Pitaka dengan angkuh menyarankan, tinggalkan saja kalau tidak bisa dipercayai. Buat apa coba? Habis habiskan waktu.
Makanya dalam kebodohannya, tidak mengakui Tuhan dan tidak pernah merasa terusik oleh Iblis. Umat Buddha yang sesat itu berjalan sendiri. Dengan kendaraan kecil (Theravada) atau kendaraan besar (Mahayana). Yang tujuannya juga aneh…. kekosongan itu sendiri, Nibbana atau Nirwana. Nir = kosong.
Jangan bodoh!
Tidak ada itu caranya saya yang beda, tujuannya sama. Tujuan umat umat Tuhan jelas, mereka akan menuju surga. Sedangkan tujuan umat Buddha sangat tidak jelas… kosong melompong.
Ibaratnya capek capek berhitung…..

Komentar ditutup.