Dosa Boediono

Posted: November 25, 2012 in Uncategorized

Dosa Pertama.
Sbg Direktur Analisis Perkreditan Bank Ind, Boediono ikut bertanggungjawab atas penyaluran BLBI thn 1997 yang hampir membuat negara collaps dengan kerugian negara menurut Lily Wahid mencapai Rp 700 triliun. Sementara Fuad Bawazier menyebut Boediono sebagai risidivis BLBI, karena Fuad pernah memecat Boediono atas perintah Presiden Soeharto akibat kebijakan BLBI tersebut.

Dosa Kedua.
Lily Wahid menegaskan bahwa semasa jadi Menkeu zaman Megawati, Boediono memberikan Release and discharges kepada debitor BLBI dan lagi-lagi negara dirugikan Rp 300 triliun .

Dosa Ketiga.
Akibat BLBI, bank-bank mesti diselamatkan lewat rekapitalisasi. Biaya rekap sampai 30 tahun harus ditanggung rakyat lewat APBN. Fuad menggambarkan bahwa puluhan trilyun rupiah uang rakyat harus terbuang sia-sia dan memperpanjang penderitaan rakyat pasca krisis moneter 1997.

Dosa Keempat.
Tahun 2003 pemerintah AS mengadakan PL (program Loan) sebesar USD$ 1,5 miliar (hampir 15 triliun rph) untuk pegembangan koperasi dan pertanian. Tapi dana itu oleh Boediono justru dibelokkan untuk membantu BANK CIC yang belakangan merger menjadi BANK CENTURY dan bermasalah sampai sekarang.

Dosa Kelima.
Boediono bertanggung jawab di balik pemberian Fasilitas Pinjaman Jangka Pendek (FPJP) yang dikucurkan BI dan dana talangan yang dikucurkan KSSK untuk Bank Century senilai Rp 6,7 triliun.

Dosa Keenam.
Boediono, berkaitan dengan skandal pajak Bank Mandiri yang merugikan negara sebesar Rp 2,2 triliun. Informasi mengenai kasus ini telah berkali-kali disampaikan Sekjen Asosiasi Pembayar Pajak Indonesia (APPI) Sasmito Hadinagoro…

Komentar ditutup.