Dosanya Partai Demokrat

Posted: November 25, 2012 in Uncategorized
Pemerintahan SBY juga lebih terbuka dan bersahabat kepada pasar global, walau dengan konsekuensi Indonesia tergantung kepada kekuatan ekonomi asing. Di masa kepemimpinannya, pasar modern tumbuh 30 persen per tahun dan pasar tradisional tumbuh minus 8 persen per tahun. Pengelolaan minyak di Blok Cepu akhirnya diserahkan ke Exxon pada 2006, setelah lima tahun terombang-ambing , hari ini Indonesia krisi energy dan rakyat makin miskin akibat beban ekonomi yang makin berat

Tahun 2008, Komite Privatisasi BUMN menyetujui privatisasi 34 BUMN. Dengan 10 BUMN luncuran (carry over) tahun 2007, total yang diajukan ke DPR-RI menjadi 44 BUMN. Dalam proses IPO PT Krakatau Steel politisi partai Demokrat banayk diuntungkan pada saat penawaran perdana saham Krakatau Steel .

Dalam bidang  Pintu impor dibuka lebar, dengan penurunan beberapa tarif masuk sehingga banyak perusahaan tekstil , manufacturing terpaksa tidak menjadi lagi produsen tetapi menjadi pengimpor produk jadi dari luar negeri akibat  kalah bersaing dengan produk  produk impor yang membanjiri pasar domestic . tidak itu saja dari hari kehari petani , nelayan  mulai enggan untuk berproduksi karena kebijakan impor produk produk pertanian yang makin tinggi jumlahnya , impor ikan ,impor garam dan impor gula serta banyak lagi .
Sementara itu, secara bertahap, subsidi bahan bakar minyak dikurangi, dan ini membuka peluang bagi produsen minyak asing untuk bersaing dengan Pertamina dalam hal penjualan bahan bakar minyak kepada masyarakat. Media ekonomi, Kontan, mencatat, hingga saat ini, 40 perusahaan asing sudah memegang izin prinsip pendirian stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Masing-masing perusahaan memiliki hak mendirikan 20 ribu SPBU.dikeluarkan Bantuan Lunak Tunai untuk rakyat miskin yang merupakan politik pembodohan dan pekerdilan jiwa rakyat miskin Indonesia untuk tetap miskin.
Selama SBY danm Partai Demokrat berkuasa terjadi  banyak korupsi yang dilakukan oleh kader partai Demokrat seperti proyek wisma atlit di Palembang , proyek komplek atlit di hambalang dan diberbagai korupsi departemen serta pemerintahan daerah yang dipimpin oleh kader partai Demokrat .
Di era SBY dan partai Demokrat banyak TKI yang bekerja di Indonesia terlantar di Arab Saudi , serta banyak yang dihukum gantung ,disiksa , diperkosa dan dibunuh baik diberbagai Negara tempat TKi mengadu nasib untuk mendapatkan setetes nafkah kehidupan , akibat kegagalan SBY dalam membangun perekonomian di pedesaan .
 
Dalam penciptaan Negara Kesejahteraan, sosiolog Anthony Giddens dalam bukunya yang legendaris, ‘The Third Way: The Renewal of Social Democracy’, menekankan, “pemerintah memiliki sekumpulan tanggung jawab bagi warga negaranya dan warga negara lainnya, termasuk perlindungan atas mereka yang lemah…Negara dan masyarakat Madani harus bermitra, saling memberikan kemudahan, dan saling mengontrol’.

Tentu saja, untuk menciptakan itu semua, dibutuhkan sosok pemimpin yang kuat dan tak hanya bersolek untuk pencitraan di media massa serta pemimpin yang cengeng dan mengeluh seperti SBY .Sosok pemimpin ini adalah sosok yang memperjuangkan persamaan di depan hukum bagi semua warga Negara. Ia harus bergerak dan memimpin atas dasar penghormatan terhadap hak asasi manusia, kebebasan berekspresi, beragama, dan berkumpul, serta berserikat. Dan seperti kata Giddens, harus ada kemudahan kepada publik untuk melakukan control terhadap sang pemimpin.

Yang dibutuhkan Indonesia sekarang adalah pemimpin yang berani tampil maju dalam semua aspek kehidupan bangsa. Pemimpin yang berani menjadikan negara dan warga negaranya menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. Politik berdikari era Soekarno layak dipertimbangkan untuk diterapkan di era sekarang. Namun perlu ada lompatan besar sebagaimana yang dilakukan China untuk mencapai kemajuan.sosok itu ada pada diri Prabowo Subianto yang berkarakter tegas jujur dan berpihak pada rakyat Indonesia

Tidak ada cara bagi kaum pekerja /buruh, petani ,nelayan dan pengusaha untuk bisa memberikat amanat dan dukungan kepada sosok Prabowo Subianto untuk membawa perubahan yang besar bagi kesejahteraan bangsa Indonesia

 

Komentar ditutup.