Dosanya Sby

Posted: November 25, 2012 in Uncategorized

Pertama Rekayasa Time
Merekayasa majalah Time utk mamasukan nama SBY sebagai salah satu dari 100 orang yg berpengaruh dimuka bumi ini, dan tidak tanggung2 beliau menempati urutan no. 9 diatas Presiden Amerika Husein Barrack Obama.

Tapi dalam kenyataannya kita terpaksa harus menerima pelecehan kedaulatan, negara kita. Di injak2 oleh negara tetangga kita yaitu Malaysia. Dari mulai kasus penyiksaan para TKI kita sampai ke kasus Ambalat. Kalau SBY adalah salah satu orang yg sangat berpengruh di dunia ini apa mungkin negara tetangga bisa seenaknya melecehkan kedaulatan kita?

Kedua Pemberantasan Korupsi
Pemberantasan korupsi yg dibanggakan sebagai keberhasilan SBY, mungkin sebagian masyarakat mengacungkan jempol atas prestasi ini.

Akan tetapi apa yang sesungguhnya terjadi adalah SBY menghalakan segala cara demi meraih pencitraannya. Dia tega mengorbankan besannya masuk penjara hanya utk mengangkat popularitas dirnya. Tapi sebaliknya dia juga bisa melepaskan tersangka kasus korupsi, karena orang2 ini dinilai penting bisa mendukungnya utk meraih kekuasaan. Contohnya Fadel Muhamad tersangka korupsi lalu di SP3 hanya karena yg bersangkutan bersedia menjadi salah satu tim suksesnya SBY.

Begitu pula seorang kader partai Demokrat yg namanya Jhoni Allen sudah jelas2 terlibat korupsi dgn kader partai PAN yg sudah dipecat yaitu Abdul Hadi Jamal, sampai saat ini masih bebas berkampanye ke-mana2, konon kabarnya Jhoni en adalah salah satu mesin ATM nya Cikeas.

Ketiga Memecah Belah 7 Partai
Memecah belah 7 partai politik besar peserta pemilu, dengan cara melobi sejumlah elite2 dari partai tsb, mereka semua dijanjikan jabatan menteri dan sebagainya, sehingga sebagian dari para elite membelot dari partainya dan mendukung SBY utk pilpres 8 July mendatang.

Seperti kita ketahui bahwa pada umumnya para politisi kita itu kebanyakan diisi oleh orang2 munafik dan oportunis, jadi gampang sekali dia-iming2, baik itu dalam segi materi maupun jabatan.

Kita bisa melihat dgn kasat mata siapa saja politisi yg ada di belakang SBY :

(1) ketua PKS Tifatul Sembiring, yg tadinya menentang keras atas pencalonan Budiono sebagai wapresnya SBY, tapi akhirnya berbalik jadi mendukung, hanya karena materi dan jabatan semata, peristiwa ini dipertontonkan kepada publik melalui siaran televisi dgn sangat vulgar. Bagaimana PKS yg dulunya dipuji sebagai salah satu partai yg sangat menjujung moral dan idealisme yg tinggi ternyata hanya sekedar topeng belaka aslinya sekarang baru kelihatan nyata.

(2) Ketua umum PPP Surya Dharma Ali yg pada awal selesai pileg selalu mengatakan bahwa pemilu ini curang dan mencoba mencari dukungan partai2 besar utk membongkar kecurangan tsb. Akan tetapi akhirnya bertekuk lutut pula dikaki SBY. Konon ceritanya hanya karena SBY mau mengembalikan modal yg sdh di keluarkan utk kampanye pileg yg baru lalu. Lagi2 hanya karena masalah materi dan jabatan dgn seketika orang bisa berbalik pandangan, rela menjual kepribadian serta idealismenya.

(3) Ketua umum PNBK Erros Jarot yg sebelumnya dgn gigih menentang kebijakan2 pemerintahan SBY, bahkan sempat bergabung dgn Rizal Ramli bahkan sempat mendukung Rizal utk menjadi presiden. Akan tetapi pada kenyataannya sekarang balik badan menjadi salah satu tim sukses pasangan Sby-Budiono. Konon kabarnya hanya karena Cikeas membantu mensponsori penerbitan album dia yang terbaru. Padahal publik selama ini menilai Erros adalah seorang yg sangat idealis tapi pada kenyataanya ternyata hanya seorang munafik.

(4) Ketua pembina PAN Amien Rais, mungkin kita tidak perlu membahasnya lagi, karena sudah kita jelaskan di bab atas tadi.

(5) Ketua Barnas Akbar Tanjung. Sama juga tadi diatas sudah kita bahas.

Lalu ada sejumlah ketua partai gurem seperti. Bursah Syarnubi, Daniel hutapea, Alex Asmasubrata, dst ditambah lagi sejumlah nama yg ada di tim suksesnya seperti Hayono Isman, Ruhut Sitompul, Fadel Muhamad dst Yg semuanya mempunyai catatan sebagai orang2 yg oportunis dan munafik.

Jadi kesimpulannya orang2 yang mempunyai sifat2 seperti pembohong, munafik tukang rekayasa pasti akan memilih teman sesama sifatnya, itu sudah menjadi dalil didalam agama apapun. Saya suka menganalogikan, seperti uang yg dikumpulkan dibank, yg nominal Rp. 1000 pasti dikumpulkan dgn kelompok Rp. 1000 juga, begitu pula seterusnya yg nominal Rp. 5000, 10.000, s/d 100.000. Sudah pasti akan dikelompokan dgn nilai nominal yg sama.

Keempat Kebohongan SBY
Kebohongan SBY mengenai keinginan dia mengkerdilkan KPK yg dinyatakan sewaktu dia berkunjung ke kantor redaksi Kompas, hanya selang beberapa hari dia menyatkan sebaliknya bahwa sesungguhnya pernyataanya tidak sperti itu, tapi saya kira publik sudah kadung tahu, bahwa SBY pintar bersilat lidah, seperti waktu debat capres sesi ke 2, yg mana JK mengingatkan SBY tentang jinglenya Indo mie, karena Indo Mie itu 90% lebih bahan bakunya terbuat dari gandum, dan ini sangat merugikan petani kita, karena gandum ini 100% di impor dari negara2 penghasil seperti China, Amerika, India dsbnya, karena iklim negara kita tidak bisa dipakai utk tanam gandum.

Akan tetapi SBY tega2nya berbohong didepan rakyatnya sendiri sambil mengatakan “mie yg dimakan JK memang semua terbuat dari gandum, tapi mie yg saya makan bahan bakunya terbuat dari singkong, sagu dan sukun jadi petani untung” saya rasa seluruh bangsa ini tahu mana ada indo mie yg dibuat memakai bahan baku singkong, sagu dan sukun.

Saking ingin menutupi malunya, tidak segan2 SBY berbohong, bisa kita bayangkan didepan ratusan juta rakyatnya yg sedang nonton tv saja dia mampu atau tega berbohong, apalagi kalau tidak didepan publik.

Kelima Rekayasa Survey & Polling TV
Merekayasa hasil survei satu putaran dan hasil pooling debat capres cawapres di stasiun tv yg menyelenggarakan hasil pooling tsb. Tapi karena ini adalah sebuah rekayasa, maka tanpa di sengaja kecurangan tsb dibongkar oleh pelakunya.

Seperti kata Jeffry Geofany salah seorang tim sukses dari JK- Wiranto bahwa dia mendengar langsung dari salah satu tim sukses SBY-Budiono bahwa polling 2 tsb memang sudah diblok oleh mereka dgn mengeluarkan dana sebesar 20 juta.

Supaya hasil pollingnya nanti tetap SBY sebagai pemenangnya, bisa dibayangkan kalau hal kecil ini SBY sudah melakukan kecurangan apalagi dgn hal yg besar sudah bisa dipastikan akan melakukan kecurangan.

Keenam KKN SBY
Mengaku dirinya bersih dan meyindir lawan2nya melakukan praktek KKN, padahal sebaliknya dia sendiri yg melakukan KKN, dari mulai mengangkat tim sukses SBY-Budiono dibawah kendali Malarangeng bersaudara.

Lalu menyiapkan anaknya yg bernama Eddie Baskoro sebagai calon pewaris tongkat estafet di partai Demokrat, lalu mengangkat saudara ipar ( Hadi UTOMO) sebagai ketua Umum partai Demokrat, mengangkat saudara ipar menjadi Dirut BNI ( Gatot Suwondo ) dan masih banyak kerabat, tim sekoci yg ditempatkan di BUMN2 menjabat sebagai Komisaris.

Belum lagi KKN antara keluarga Ani Yudhoyono dan keluarga Hatta Rajasa di Power Tel yg selalu mendapatkan proyek serta kemudahan2 pada waktu Menteri Perhubungan masih dijabat oleh Hatta Rajasa.

Ini semua membuktikan bahwa SBY senang menyindir bahkan setengah menuduh lawan2nya, tapi dia lupa bahwa dia sendiri tidak bersih dan sudah melakukan praktek2 KKN dari sejak dia menjadi Presiden.

Masih banyak ke-bohongan2 SBY yg lain tidak kita bahas disini, karena terlalu panjang, mungkin kita bisa lanjutkan pada tulisan yang akan datang.

Pertanyaannya dari semua cerita tadi, tentang segala kebohongannya SBY yg penuh intrik dan tipu muslihat serta rekayasa politik, apakah akan mendapatkan hukuman yg setimpal “Hukum Karma” sudah tentu jawabannya adalah P A S T I !!!

Seperti kata pepatah “Barang siapa menebar angin siap menuai badai”

Mari kita saksikan nanti akhir perjalanan politik SBY akan seperti apa jadinya.

Akhir kata saya menghimbau kepada seluruh simpatisan SBY yg masih punya hati nurani supaya berpikir tujuh kali lalu bertobat, agar tidak menyesal dikemudian hari. Karena dalilnya jelas barang siapa terlibat atau ikut mendukung ke zaliman maka siap2 menerima adzab dari Allah swt. Tuhan yg Maha Kuasa.

Komentar ditutup.