Apa Loe Tega encus

Posted: Desember 31, 2012 in Uncategorized

eh sob jangan lupa di dengarkan ya. lagunya asik sekali lagu death core.

 

Paulus Agama Sesat

Posted: Desember 31, 2012 in Uncategorized

BUKTI OTENTIK AJARAN DARI RASUL GADUNGAN PAULUS

1. Semua rasul sudah dinubuatkan oleh rasul sebelum mereka diutus/dilahirkan. Kecuali nabi Adam dinubuatkan langsung oleh Allah di hadapan para malaikat. Tapi tidak ada satupun rasul yang menubuatkan kenabian Paulus.

2. Semua rasul telah tertulis silsilah/nama-nama keturunanya. Tapi silsilah keturunan Paulus tidak tertulis sama sekali (Kis 7:1a).

3. Semua nabi dan rasul disunat/dikhitan. Tapi Paulus tidak pernah (mau) disunat.

4. Semua rasul telah tertulis tentang kematiannya. Tapi kematian Paulus tetap misterius.

5. Semua rasul membawa ajaran penggenapan dari ajaran rasul sebelumnya.Tapi Paulus justeru menghapus ajaran para nabi dan menghapus ajaran Yesus, di antaranya:
* Yesus menggenapi Taurat (Mat 5:17), tapi Paulus menghapus Taurat (Roma 3:28-29).
* Yesus menjalani Taurat (Mat 5:19-20), tapi Paulus membebaskan Taurat (Roma 7:6).
* Yesus menerapkan syari’at Allah (Mat 5:21), tapi Paulus meniadakannya (Roma 8:1).
* Yesus menyembah Allah (Mat 19:16-17 & Mark 12:29 & Yoh 17:3), tapi Paulus nyembah Yesus (2Kor 1:3 & Roma 8:39).
* Yesus mengaku dirinya hanya Rasul (Yoh 11:42), tapi Paulus menuhankannya (2Kor 1:3).
* Yesus disunat (Luk 2:21), tapi Paulus menghapus sunat (Roma 2:29).

6. Semua rasul punya mukjizat, tapi Paulus tidak punya mukjizat setitikpun.

7. Paulus adalah orang yang mengaku nabi, padahal dia serigala yang dengan buasnya menghapus hukum Allah yang dibawa Yesus, sebagaimana nubuat Yesus tentang Paulus:
* Mat 7:15 à “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.”

8. Paulus membawa ajaran tidak baik, seperti menghapus hukum Taurat yang menyebabkan umat Kristen hoby membantai, sex bebas dan lainnya. Sebagaimana nubuat Yesus:
* Mat 7:16 à “Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka (para nabi palsu itu).”

9. Paulus dan pengikutnya telah menuhankan Yesus, padahal Yesus membantahnya Tuhan, dan di akhir zaman nanti Yesus bernubuat akan menolak ajaran Paulus beserta pengikutnya:
* Mat 7:21-23 à “Pada hari terakhir banyak orang yang berseru kepadaku Tuhan, Tuhan! Pada waktu itulah aku berterus terang : “Enyahlah dariku, kalian pembuat kejahatan!”

10. Paulus mengaku dirinya mendengar suara Yesus (Kis 9:4-6), tapi kenyataannya hukum Taurat dihapus oleh Paulus untuk menikmati hidup bebas di dunia, padahal Yesus dengan tegas berkata bahwa dirinya tidak menghapus hukum Taurat. Itu artinya suara yang didengar Paulus adalah suara roh dunia, sebagaimana yang dinubuatkan dalam Alkitab:
* 1Yoh 4:5 à “(Roh) mereka berasal dari dunia, dan dunia mendengarkan mereka.”

11. Ajaran Paulus sudah teruji kebobrokannya seperti pemabuk tidak dihukum, pezina tidak dihukum, pembunuh tidak dihukum, penjudi tidak dihukum, seks bebas tidak dihukum. Sehingga mereka pusing mencari hukum apa yang harus digunakan untuk para pelaku kriminal tersebut? Namun jika keluarga mereka dijahili, mereka tetap menuntut keadilan di dunia ini. Sungguh sangat bumerang hukum ciptaan Paulus itu. Hasil uji ini menguatkan bahwa Paulus adalah nabi palsu. Hal ini sudah dinubuatkan dalam Kitab:
* 1Yoh 4:1-2 à “Ujilah roh-roh itu, sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul.”

Indonesial National Anthem

Posted: Desember 31, 2012 in Uncategorized

Indonesial National Anthem
Indonesial tanah Cairku
Tanah tumpah muntahku
Disanalah aku merangkak hina
Jadi kubur

Indonesial negara miskin ku
Bangsa Busuk dan Tanah Miskinku
Marilah kita semua tidur
Indonesial negara miskinku

Mati lah tanahku
Modar lah negriku
Bangsaku Rakyatku semuanya
Miskin lah jiwanya
Tidurlah badannya
Untuk Indonesial Miskin

Indonesial Miskin
Mampous Modar
Datang kerja
Tapi TKI Jadi perampok
Rompak bawa wang ke Indonesia

Indonesial Pendatang Haram
Miskin lah Miskin lah
Datang Haram
Tiada paspor
Bila kena tangkap dan hantar balik
Kata nya jahat

Indonesial Negara Perampok
Indonesial Menghantar perampok maling
pekerja TKI Indonesial
hantaq pi

Indonesial Tanah yang hina
Tanah gersang yang miskin
Di sanalah aku miskin Untuk slama-lamanya
Indonesial Tanah puaka
Puaka Hantu Kita semuanya
Negara luas hasil bumi banyak tapi miskin
Datang minta sedekah
Marilah kita mendoa Indonesial brengset

Gersang lah Tanahnya mundurlah jiwanya
Bangsanya Rakyatnya semuanya
Tidurlah hatinya Mimpilah budinya
Untuk Indonesial Miskin

Indonesial Tanah yang kotor Tanah kita yang Malang
Disanalah aku tidur selamanya bermimpi sampai mati
Indonesial! Tanah Malang Tanah yang aku sendiri benci
Marilah kita berjanji Indonesial miskin

Mati lah Rakyatnya Modar lah putranya
Negara Miskin Tentera Coma pakai Basikal
Miskinlah Negrinya Mundur lah Negara nya
Untuk Indonesial kurap

Ponpes Sarang Teroris

Posted: Desember 31, 2012 in Uncategorized

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj menyebut beberapa pesantren sebagai sarang teroris.

“As-sunah, Al Fitrah, An-Nida, Ulil Albab itu yang mereka kebanyakan berasal dari sana. Yang terlibat Ritz Carlton tukang bunga Syarifuddin, itu dari Kuningan bukan NU,” kata Kang Said, panggilan akrabnya di Pondok Pesantren Kempek, Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Jumat (14/9) malam.

Menurut Kang Said, pesantren dan masjid NU tidak ada yang mengajarkan menjadi teroris. “NU punya 21 ribu lebih pesantren, dan 850 ribu masjid tidak ada satupun teroris yang pernah belajar di NU,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, orang yang belajar di pesantren dan masjid NU tidak akan menjadi teroris karena yang diajarkan tentang persatuan dan Islam secara damai.

Kata Kang Said, orang yang mengaji di masjid NU pulangnya membawa berkat. “kalau yang ngaji di masjid teroris ya pulang bawa bom,” pungkasnya.

Ritual Hindu dalam Kehidupan Islam

Posted: Desember 23, 2012 in Uncategorized

“Masih banyak umat Islam di Indonesia yang mayoritas masih menjalani tradisi keagamaan dari nenek moyang tanpa dalil yang shahih dari Al Quran dan Hadist. Akibatnya, banyak umat yang bangga dengan ritualnya tetapi itu kepunyaan agama lain (Hindu).” Demikian diungkapkan ustadz Abdul Aziz Sag (Hindu), mantan pendeta agama Hindu yang mualaf, pada sebuah tabligh akbar bertajuk kesaksian mantan pendeta tentang banyaknya amalan ibadah agama Hindu yang diamalkan umat Islam.
Ia mengatakan saat ini menjamur amalan umat agama lain yang tanpa sadar diamalkan umat Islam. Padahal hal tersebut tidak ada dalil dan dasarnya di dalam Alquran maupun hadis Rasulullah saw. “Masih banyak ritual umat Islam ini mengamalkan ajaran agama Hindu,” kata ustadz yang lulusan Pendidikan Guru agama Hindu. Menurut dia, berkembangnya amalan agama lain yang diamalkan umat Islam, lantara agama Hindu masuk Indonesia pada abad ke-8, sedangkan agama Islam masuk pada abad ke-14. “Wajar pengaruh agama lain dalam amalan ibadah umat Islam terpengaruh dengan agama lain yang lebih dulu masuk ke Indonesia,” papar pemilik nama asli Ida Bagus Erit Budi Winarno, yang berasal dari kasta Brahmana.
Ia mencontohkan beberapa amalan yang diamalkan umat Islam menyerupai ajaran agama Hindu yang meliputi Pernikahan, Kelahiran, Kematian, Selamatan/Syukuran. *

Seputar Pernikahan

Kembar Mayang.
Yakni dua buah rangkaian hiasan dengan bahan utama janur (daun kelapa) yang dhias sedemikian rupa lalu ditancapkan pada dua potong batang pisang dengan posisi berdiri. Kembar mayang itu sendiri ditancapkan pada dua buah bokor (bejana dari perunggu atau kuningan).
Daun kelapa tersebut dirangkai dalam bentuk gunung, keris, cambuk, payung, belalang, burung. Selain janur dilengkapi pula dengan daun-daun lain seperti daun beringin, puring, dadap srep dan juga dlingo bengle. Makna dari kembar mayang adalah untuk membuang sial/mbucal sengkolo (tolak bala) pada pengantin pria.
Didalam pernikahan MC juga mengatakan “….kembar mayang bade kabucal wonten ing prosekawan kagem mbucal sengkala (pen: untuk membuang sial)”. Dalam fakta kehidupan banyak orang Jawa yang takut untuk tidak memakai kembar mayang ketika menikahkan anaknya. Hal demikian membuktikan bahwa menggunakan kembar mayang bukan sekedar tradisi belaka dengan berbagai argumentasi filosofi simboliknya, tetapi telah menjadi tradisi yang bermuatan keyakinan yang diikat kuat didalam hati (menjadi aqidah). maka tertanamlah di hati masyarakat rasa tidak tenang, was-was dan takut akan terjadi bahaya (sesuatu yang tidak baik) jika tidak menggunakannya. Hanya sedikit orang Jawa muslim yang telah tercerahkan yang kemudian dengan percaya diri meninggalkan kembar mayang.

Hari Baik
Menentukan hari baik ini sangat dipegang dan diperhatikan betul-betul oleh masyarakat Indonesia (Jawa khususnya). Hal ini diambil untuk menentukan hari pernikahan berdasarkan penghitungan tanggal lahir calon pengantin laki-laki dan calon pengantin wanita. Jika ternyata hasil penghitungan yang dilakukan oleh orang pinter (dukun) dinyatakan jelek, maka pernikahan harus diundur atau diajukan, yang penting untuk menghindari hari apes tersebut. Atau bisa dilakukan pada hari/weton tertentu, atau bisa dilakukan dengan membayar sejumlah tumbal menurut petunjuk dukun tersebut, dan yang paling tragis pernikahan tersebut harus dibatalkan.

Injak Telur dan Balang-balangan
Hampir semua perayaan resepsi adat Jawa selalu melakukan ritual injak telur pada saat acara temon (ditemukannya kedua mempelai). Kaki pengantin putra harus menginjak telur hingga pecah lalu dibasuh dengan air bunga oleh pengantin wanita. Jika hal in itidak dilakukan diyakini kelak sulit untuk mendapatkan keturunan.

Seputar Kelahiran

Selamatan Selama Usia Kehamilan
Dari mulai tiga bulan (neloni), empat bulan (mapati) dan tujuh bulan (tingkepan) harus dilakukan selamatan kenduri dengan memanggil paratetangga untuk membacakan do’a agar janin yang dikandung selamat dari marabahaya.
Pada acara tujuh bulan terdapat berbagai ritual lain seperti memecah dua buah kelapa muda yangterlebih dahulu diberi gambar  Bathara Kumajaya dan Bathari Kumaratih. Dua dewa untuk sebagai simbol ketampanan dan kecantikan. Karena itu dengan melakukan ini diyakini kelak anak yang akan lahir akan tampan jika laki-laki dan cantik jika wanita.
Di samping itu ada keyakian jika kelapa tersebut dibelah terbelah maka anak yang akan lahir adalah laki-laki atau sebaliknya. Tiga Bulan, Tujuh Bulan. Saat usia kehamilan menginjak 3 dan 7 bulan, maka akan diadakan sebuah acara (yang diyakini) guna  memperoleh keselamatan dan kebaikan bagi janin bayi dan juga ibu yang tengah mengandung. Keyakinan ini diikuti dengan perasaan takut dan khawatir jika tak dilaksanakan maka akan dating suatu keburukan dan bahaya.

Kelahiran dan Selapanan.
Setelah bayi lahir biasanya diadakan melek-melek (begadang sampai pagi) hal in untuk menjaga agar bayi tersebut selamat dari marabahaya yang datang pada malam hari, namun tradisi ini mulai hilang di masayrakat perkotaan.
Beberapa hri setelah tali pusar putus maka dilakukan selamatan dengan membuat nasi urap yang dibagi-bagikan tetangga sebagai ucapan syukur karena bayinya selamat. Acara ini dilanjutkan pada hari ke 35 atau yang biasa disebut selapanan. Tujuannya untukmemebri nama si jabang bayi. Upacara in biasanya diiringi dengan bacaan barzanji dziba,, pada saat asyraqal si jabang bayi digendong keliling, setiap orang dianjurkan menggunting ujung rambut dan mengolesi madu pada bibir atau kening.

Seputar Kematian

Brobosan.
Berjalan di bawah keranda yang di dalamnya ada mayit, dilakukan dari kanan ke kiri. Dilakukan oleh saudara si mayit urut dari yang tertua hingga yang termuda.
Payung bagi si mayit. Banyak muslim yang tak paham dengan perbuatan tersebut, namun banyak juga yang mengira dengan dipayungi si mayit tidak merasakan panas sejak diberangkatkan dari rumah menuju makam.

Bedah bumi
Yaitu bacaan do’a pasca pemakan dengan membuat tumpeng belah, yaitu tumpeng kerucut dibelah dan ditata dengan saling membelakangi. Maksudnya agar si mayit di dalam kubur tidak terjepit tanah.
Selanjutnya dibacakan do’a dengan mengundang para tetangga pada hari ke tujuh, empat puluh, seratus, peringatan tahun pertama (mendak pisan), tahun ke dua (mendak pindo) dan diakhiri pada hari keseibu (nyewu).**

LDII sesat Dan Menyesatkan

Posted: Desember 23, 2012 in Uncategorized

Sejarah Ringkas LDII1

LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) adalah nama baru dari sebuah aliran sesat yang cukup besar dan tersebar di Indonesia. Pendiri aliran sesat ini adalah Nur Hasan Ubaidah Lubis (Luar Biasa) alias Madigal. Awal berdirinya, lembaga ini tahun 1951 M bernama Darul-Hadits. Bertempat di desa Burengan Banjaran, Kediri, Jawa Timur. Karena ajarannya menyimpang dan meresahkan masyarakat setempat, maka Darul-Hadits ini dilarang oleh PAKEM (Pengurus Aliran Kepercayaan Masyarakat) Jawa Timur pada tahun 1968 M. Kemudian berganti nama dengan Islam Jama’ah (IJ). dan karena penyimpangannya serta membikin keresahan masyarakat, terutama di Jakarta, maka secara resmi Islam Jama’ah dilarang di seluruh Indonesia, berdasarkan Surat Keputusan Jaksa Agung RI No. Kep. 08/D.4/W.1971 tanggal 29 Oktober 1971 M. Karena Islam Jama’ah sudah terlarang di seluruh Indonesia, maka Nur Hasan Ubaidah Lubis mencari taktik baru, yaitu dengan mendekati Letjen Ali Murtopo (Wakil Kepala Bakin dan staf Opsus (Operasi Khusus Presiden Suharto) waktu itu. Sedangkan Ali Murtopo adalah seorang yang dikenal sangat anti terhadap Islam. Dengan perlindungan Ali Murtopo maka pada tanggal 1 Januari 1972 M Islam Jama’ah berganti nama menjadi ‘Lemkari’ (Lembaga Karyawan Islam atau Lembaga Karyawan Dakwah Islam) dibawah payung Golkar. Lemkari akhirnya dibekukan oleh Gubernur Jawa Timur, Soelarso, juga dikarenakan masih tetap menyimpang dan menyusahkan masyarakat, dengan SK No. 618 tahun 1988 tanggal 24 Desember 1988 M. Kemudian pada bulan November 1990 M mereka mengadakan Musyawarah Besar Lemkari di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, dan berganti nama menjadi LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) atas anjuran Menteri Dalam Negeri, Rudini, waktu itu, dengan alasan agar tidak rancu dengan Lembaga Karatedo Republik Indonesia.

Biografi Nur Hasan Ubaidah

Nur Hasan Ubaidah Lubis lahir pada tahun 1915 M di desa Bangi, Kec. Purwosari, Kab. Kediri, Jawa Timur dengan nama kecil Madikal atau Madigal2. Ada pendapat lain yang mengatakan bahwa dia dilahirkan pada tahun 1908 M3. Dia hanya mengenyam pendidikan formal setingkat kelas 3 SD sekarang. Dan pernah juga belajar di pondok Sewelo Nganjuk, lalu pindah ke pondok Jamsaren Solo yang hanya bertahan sekitar tujuh bulan. Dia dikenal suka terhadap perdukunan. Kemudian dia terus belajar di sebuah pondok yang khusus mendalami pencak silat di Dresno Surabaya. Dari Dresno dia melanjutkan belajar kepada Kyai Ubaidah di Sampang, Madura, kegiatannya adalah mengaji dan melakukan wiridan di sebuah kuburan yang dikeramatkan. Nama gurunya inilah yang kemudian dipakai sebagai nama belakangnya. Dia juga pernah mondok di Lirboyo, Kediri dan Tebu Ireng, Jombang, lalu berangkat naik haji pada tahun 1929 M, setelah pulang haji namanya Madigol diganti dengan Haji Nur Hasan, sehingga menjadi Haji Nur Hasan al-Ubaidah. Adapun nama Lubis konon itu panggilan murid-muridnya, singkatan dari luar biasa selain itu dia juga bergelar imam atau amir. Menurut ceritanya dia berangkat naik haji ke Makkah pada tahun 1933 M, kemudian belajar Hadits Bukhari dan Muslim kepada Syaikh Abu Umar Hamdan dari Maroko, lalu belajar lagi di Madrasah Darul-Hadits yang tempatnya tidak jauh dari Masjidil Haram. Dan nama Darul-Hadits itulah yang dipakai untuk menamai pesantrennya. Namun ada cerita lain, bahwa dia pergi ke Makkah bukan tahun 1933 M, tetapi sekitar tahun 1937/1938 M untuk melarikan diri setelah terjadi keributan di Madura. Dan dia tidak pernah belajar di Darul-Hadits, sebagaimana hal itu dibantah oleh pihak Darul-Hadits tatkala ada orang yang tabayyun (melakukan klarifikasi) ke sana. Maka ada beberapa versi cerita tentang kegiatan Nur Hasan di Makkah, bahwa konon menurut teman dekatnya waktu di Tanah Suci dia belajar ilmu ghaib (perdukunan) kepada orang Baduwi dari Persia (Iran), dan dia tinggal di Makkah selama 5 tahun. Ketika pulang ke Indonesia pada tahun 1941 M, dia membuka pengajian di Kediri dan dia mengaku sudah bermukim di Mekkah selama 18 tahun. Pada mulanya pondoknya biasa-biasa saja, baru pada tahun 1951 M ia memproklamirkan nama pondoknya Darul-Hadits4. Nur Hasan wafat pada tanggal 31 Maret 1982 M dalam kecelakaan lalu lintas di jalan raya Tegal–Cirebon, tatkala ia ingin menghadiri kampanye Golkar di lapangan Banteng Jakarta. Setelah ia meninggal status amir/imam digantikan oleh putranya Abdu Dhahir yang di-bai’at sebelum mayat bapaknya dikuburkan, di hadapan tokoh-tokoh LDII, sebagai saksi bahwa putranya itulah yang berhak mewarisi seluruh harta kekayaan Islam Jamaah/Lemkari/LDII.5

Pokok-Pokok Ajaran Islam Jama’ah/Lemkari/LDII6

  1. Orang Islam diluar kelompok mereka adalah kafir dan najis, sekalipun kedua orangtuanya.
  2. Kalau ada orang di luar kelompok mereka yang melakukan shalat di masjid mereka, maka bekas tempat shalatnya dicuci karena dianggap sudah terkena najis.
  3. Wajib taat kepada amir atau imam.
  4. Mati dalam keadaan belum bai’at kepada amir/imam LDII, maka akan mati jahiliyyah (mati kafir).
  5. al-Qur’an dan Hadits yang boleh diterima adalah yang manqul (yang keluar dari mulut imam atau amir mereka). Adapun yang keluar/diucapkan mulut-mulut yang bukan imam mereka atau amir mereka, maka haram untuk diikuti.
  6. Haram mengaji al-Qur’an dan Hadits kecuali kepada imam/amir mereka.
  7. Dosa bisa ditebus kepada sang amir/ imam, dan besarnya tebusan tergantung besar-kecilnya dosa yang diperbuat, sedang yang menentukannya adalah imam/amir.
  8. Harus rajin membayar infaq, shadaqah dan zakat kepada amir atau imam mereka, dan haram mengeluarkan zakat, infaq dan shadaqah kepada orang lain.
  9. Harta benda diluar kelompok mereka dianggap halal untuk diambil atau dimiliki dengan cara bagaimanapun memperolehnya, seperti mencuri, merampok, korupsi, menipu dan lain sebagainya, asal tidak ketahuan/ tertangkap. Dan kalau berhasil menipu orang Islam di luar golongan mereka, dianggap berpahala besar.
  10. Bila mencuri harta orang lain yang bukan golongan LDII lalu ketahuan, maka salahnya bukan mencurinya itu, tapi “kenapa (ketika) mencuri kok (sampai) ketahuan?” Harta orang selain LDII diibaratkan perhiasan emas yang dipakai oleh macan, yang sebetulnya tidak pantas, karena perhiasan ini hanya untuk manusia. Jadi perhiasan itu boleh diambil dan tidak berdosa, asal jangan sampai diterkam. (Kasarnya; nyolong harta non-LDII itu boleh).
  11. Harta, uang zakat, infaq, shadaqah yang sudah diberikan kepada imam/amir, haram ditanyakan kembali catatannya atau digunakan kemana uang zakat tersebut. Sebab kalau bertanya kembali pemanfaatan zakat-zakat tersebut kepada imam/amir, dianggap sama dengan menelan kembali ludah yang sudah dikeluarkan.
  12. Haram membagikan daging kurban atau zakat fitrah kepada orang Islam diluar kelompok mereka.
  13. Haram shalat di belakang imam yang bukan kelompok mereka, kalaupun terpaksa sekali, tidak usah berwudhu karena shalatnya harus diulang kembali.
  14. Haram nikah dengan orang diluar kelompok.
  15. Perempuan LDII/Islam Jama’ah kalau mau berkunjung ke rumah orang yang bukan kelompok mereka, maka memilih waktu pada saat haid, karena badan dalam keadaan kotor (lagi haid), (maka) ketika (kena najis) di rumah non-LDII yang dianggap najis itu tidak perlu dicuci lagi, sebab kotor dengan kotor tidak apa-apa.
  16. Kalau ada orang diluar kelompok mereka yang bertamu di rumah mereka, maka bekas tempat duduknya dicuci karena dianggap kena najis.

Syari’at Islam Menguak Kesesatan LDII

Penulis akan sampaikan sebagian syari’at Islam yang secara jelas membantah pokok-pokok ajaran LDII, diantaranya:

  1. Islam melarang keras pengkafiran seorang Muslim yang mengucapkan kalimat syahadatain (dua kalimat syahadat) sehingga terpenuhi syarat-syaratnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya):“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu pergi (berperang) di jalan Allah, maka telitilah dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan “salam” kepadamu: “Kamu bukan seorang mukmin,” (lalu kamu membunuhnya) dengan maksud mencari harta benda kehidupan di dunia, karena di sisi Allah ada harta yang banyak. Begitu jugalah keadaan kamu dahulu, lalu Allah menganugerahkan nikmat-Nya atas kamu, maka telitilah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”(QS. An-Nisa’ : 94)Imam Ibnu Katsir menceritakan dalam tafsirnya tentang sebab turunnya ayat diatas. Diantaranya adalah tentang sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang membunuh seseorang dalam peperangan sedangkan orang yang dibunuh tersebut telah bersyahadat (mengaku sebagai Muslim)7Dan juga sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Lelaki mana saja yang berkata kepada saudaranya; ‘Wahai orang kafir!,’ maka sungguh akan kembali ucapan tersebut kepada salah satu dari keduanya.” (HR. Bukhari nomor 5753, Muwwatha’ nomor 1777) Penulis Nawaqidul-Iman Quliyyah wa Amaliyyah menukil perkataan Imam asy- Syaukani; “Ketahuilah bahwa tidak layak bagi orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir menghukumi seorang Muslim dengan Murtad (keluar dari Islam) dan kafir, kecuali dia telah membawa bukti yang jelas dan gamblang, melebihi kejelasan matahari di siang hari.8
  2. Tidak ada seorangpun yang berhak menentukan seseorang itu masuk surga atau neraka, kecuali Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam.Imam Abul-Izzi al-Hanafi dalam Syarh al-Aqidah ath-Thahawiyah menjelaskan bahwa kita tidak boleh menghukumi/ memastikan kepada seseorang dari Ahlul-Kiblat (Muslimin) bahwa dia termasuk penduduk surga atau penduduk neraka. Kemudian beliau menjelaskan pendapat Salaf tentang hal ini, dimana mereka membaginya dalam tiga kelompok:
    1. Kepastian (bahwa seseorang masuk) surga hanya boleh dikatakan untuk para Nabi.
    2. Kepastian (bahwa seseorang masuk) surga boleh dikatakan kepada seluruh Mukmin (secara umum) yang telah ditunjukkan oleh dalil (al-Kitab dan as-Sunnah), inilah pendapat kebanyakan ulama Salaf.
    3. Kepastian (bahwa seseorang masuk) surga boleh dikatakan setiap Mukmin yang dikatakan oleh kaum Mukminin bahwa dia termasuk ahli surga.9
  3. Pengampunan dosa itu menjadi hak Allah secara mutlak.Dalam hadits shahih yang diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bercerita bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda kepada segenap Quraisy dan kerabat dekatnya (yang artinya):“Wahai segenap kaum Quraisy! –atau ucapan semisalnya– Juallah jiwa-jiwa kalian (dengan tauhid dan mengikhlaskan ibadah kepada Allah-ed), saya tidak mampu memberikan manfaat sedikitpun bagi kalian dari adzab Allah. Wahai Bani Abdul-Muthalib, saya tidak mampu memberikan manfaat sedikitpun bagi kalian dari adzab Allah. Wahai ‘Abbas bin Abdul-Muthalib, saya tidak mampu memberikan manfaat sedikitpun bagimu dari adzab Allah. Wahai Shafiyyah bibi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, saya tidak mampu memberikan manfaat sedikitpun bagimu dari adzab Allah. Wahai Fathimah putri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, mintalah kepadaku harta benda dariku sekehendakmu, saya tidak mampu memberikan manfaat sedikitpun bagimu dari adzab Allah.” (HR. Muslim nomor 206).Maka kalau Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam saja tidak bisa menjamin keselamatan akhirat keluarga dekatnya, bahkan terhadap putrinya sendiri, bagaimana mungkin imam LDII itu berani menghapus dosa jama’ahnya dan memberikan jaminan surga bagi mereka?
  4. Rujukan pemahaman al-Qur’an dan as-Sunnah yang benar adalah manhaj Salaf (baca Fatawa volume 03), bukan merujuk kepada pendapat imam LDII, atau imam-imam jama’ah dari jama’ah-jama’ah sempalan Islam (lainnya).
  5. Islam memerintahkan kaum Muslimin untuk berbuat adil dan melarang mereka dari berbuat zhalim (aniaya) dengan siapapun termasuk dengan orang kafir.Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya):“…dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah kalian, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.” (QS. al-Ma’idah : 8)“Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah.” (QS. al-Ma’idah : 38) Dalam ayat-ayat di atas Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak membeda-bedakan apakah kaum yang dibenci tersebut Mukmin atau kafir dan juga tidak membedakan apakah barang yang dicuri itu milik seorang Muslim atau seorang kafir. Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman (yang artinya): “…maka selama mereka berlaku lurus terhadapmu, hendaklah kamu berlaku lurus (pula) terhadap mereka. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.” (QS. at-Taubah : 7) Dalam ayat ini jelaslah, bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memerintahkan kepada kaum Muslimin untuk tetap berlaku lurus terhadap orang kafir, selama mereka berlaku lurus kepada kaum Muslimin. Bahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan sikap tersebut sebagai tanda atas ketakwaan seseorang. Demikianlah sebagian bantahan bagi ajaran sesat LDII, mudah-mudahan dengan yang sebagian ini cukup menjadi suatu kejelasan bagi pembaca bahwa LDII memang betul-betul merupakan aliran sesat dan menyesatkan, yang mengharuskan kita untuk menjauhi kelompok tersebut dan menghimbau saudara-saudara kita kaum Muslimin untuk menjauhinya.

Peringatan dan Himbauan

Meskipun LDII sangat jelas kesesatannya, namun karena kebodohan yang amat sangat menimpa kaum Muslimin, maka tidak sedikit dari kaum Muslimin khususnya di Indonesia yang terjerumus ke dalam ajaran sesat LDII ini. Disamping (karena) kelicikan, kebohongan dan prinsip menghalalkan segala cara yang dilakukan oleh da’i-da’i LDII demi menggaet anggota jama’ah. Oleh karena itu penulis menghimbau kepada para pembaca untuk tekun dan rajin menuntut ilmu, agar bisa beramal di atas keyakinan yang benar dan dapat membentengi diri dari segala tipu daya yang mempromosikan aliran-aliran sesat yang nampaknya sangat banyak dan menjamur di negeri kita ini. Marilah kita senantiasa berlindung kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam menghadapi setiap bentuk perongrongan iman, baik yang datang dari dalam diri kita maupun yang datang dari luar. Wallahu al-Musta’aan. Catatan Kaki:

  1. ^ Diringkas dari Aliran dan Paham Sesat di Indonesia, halaman 73-74 dan Bahaya Islam Jama’ah Lemkari LDII halaman 5-6 dan 66-68.
  2. ^ Bahaya Islam Jama’ah Lemkari LDII oleh Hartono Ahmad Jaiz halaman 6.
  3. ^ Idem, halaman 82.
  4. ^ Idem, halaman 81-86.
  5. ^ Idem, halaman 74-76.
  6. ^ Aliran dan Paham Sesat di Indonesia oleh Hartono Ahmad Jaiz, halaman 74-76.
  7. ^ Tafsir Ibnu Katsir I : 704.
  8. ^ Nawaqidul-Iman karya … halaman 8.
  9. ^ Syarh Aqidah Thahawiyah, halaman 378.

Theosofi Dan Ideologi Pancasila

Posted: Desember 23, 2012 in Uncategorized

ANDA BUTUH KEBENARAN MARI BERSAMA SAYA KUPAS TUNTAS

sebelumnya kita telah mengerti bagaimana tujuan ajaran theosofi itu bermaksud untuk mencampuradukkan ajaran semua agama di dunia agar setelah agama-agama itu saling bertarung mereka menjadi lemah dan agama Yahudi itu sendirilah yang menang.

Melalui doktrin ‘tidak ada agama yang paling tinggi selain agama kebenaran’ yang dinamakan kemanusiaan universal, maka theosofi diterima dan dibenarkan oleh pengikutnya. bahkan didalam faham ideologi agama maka berkembanglah paham yang dinamakan pluralisme dimana mereka menjadi ragu dengan agama mereka sendiri, namun justru memasukkan paham-paham agama asing dalam masyarakat mereka sehingga mereka akhirnya justru ragu dengan keyakinan mereka sendiri. Tokoh-tokoh seperti Nurcholish Madjid dan teman-temannya tak sadar telah termakan dengan pengaruh theosofi ini.

Theosofi dan Boedi Oetomo

Tak cukup Nurcholish, di masa kemerdekaan sendiri, Ia menyusup dalam paham Boedi Oetomo, organisasi modern pertama yang paling getol menyeru nasionalisme kebangsaan. Boedi Oetomo adalah organisasi yang kental dengan nilai-nilai kebatinan. Para aktivisnya mengaku ingin menyatukan antara kultur dan tradisi jawa dengan pendidikan barat. BO Ingin memadukan antara modernisasi Barat dan misris Timur. Ki Wiropoestoko anggota BO Surakarta mengatakan, “Berdirinya Boedi Oetomo semata-mata merupakan hasil elit jawa yang telah memperoleh pendidikan barat.

Penggagas organisasi BO Dr Wahidin Sudirohusodo adalah anggota theosofi sebuah perkumpulan kebatinan yang berlandaskan kabilah Yahudi yang didirikan oleh Helena Petrovna Blavatsky.  Penulis buku Api Sejarah Ahmad Mansur Suryanegara mengatakan BO bukan sebagai organisasi kejawen yang anti islam daripada yang menyerukan nasionalisme. Sayangnya Ahmad Mansur tak menyebutkan hubungan antara BO dengan Theosofi maupun Freemasonry.

Theosofi dan Pancasila

Dasa negara kita, pansila dengan kelima silanya sendiri tak lepas dari pengaruh theosofi. Di Wikipedia disebutkan bahwa Muhammad Yamin lah peletak dasar kelima sila itu yang dirumuskannya dalam pidato tanggal 29 Mei 1945, sedangkan Soekarno menegaskannya kembali pada pidatonya tanggal 1 Juni 1945 yang sampai sekarang diperingati sebagai hari lahirnya pancasila itu.

Lebih lanjut Muhammad Yamin mengatakan kalau pancasila ini berasal dari akar sejarah, peradaban, agama dan ketatanegaraan yang telah lama berkembang di Indonesia. Adapun Soekarno berpidato menyambut rumusan ideologi negaranya ini sebagai berikut: “ Sekarang banyaknya prinsip: kebangsaan, internasionalisme, mufakat, kesejahteraan, dan ketuhanan, lima bilangannya. Namanya bukan Panca Dharma, tetapi saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa – namanya ialah Pancasila. Sila artinya azas atau dasar, dan diatas kelima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia, kekal dan abadi.

Padahal faktanya Muhammad Yamin dan Soepomo adalah dua tokoh Nasional yang bersama2 Moh.Hatta mendapat beasiswa dari organisasi Freemasonry untuk bersekolah di Belanda. Seadangkan Soekarno, atas pengakuannya sendiri dalam bukunya “Dibawah Bendera Revolusi” bahwa sejak muda dia telah terpengaruh oleh faham Theosofi yang juga dianut oleh ayahnya , Soekemi.

Sebuah buku yang ditulis oleh Iskandar P. Nugraha berjudul Mengikis Batas Timur dan Barat: Gerakan Theosofi dan Nasionalisme Indonesia (2001) , memberikan gambaran besarnya pengaruh gerakan Theosofi pada tokoh-tokoh nasional di Indonesia. Misalnya, orang tua Soekarno (R. Soekemi) ternyata anggota Theosofi. Muhammad Hatta juga mendapat beasiswa dari Ir. Fournier dan van Leeuwen, anggota Theosofi. Tokoh-tokoh lain yang menjadi anggota atau dekat sekali hubungannya dengan Theosofi adalah Moh. Yamin, Abu Hanifah, Radjiman Widijodiningrat (aktivis Theosofi), Tjipto Mangoenkoesoemo, Douwes Dekker, Armijn Pane, Sanoesi Pane, RA Kartini dan sebagainya.

Theosofi dan Sumpah Pemuda

Dua tahun sebelum sumpah pemuda dikumandangkan Pemuda Theosofi (Jong Theosofen) dan Pemuda Freemasonry (Jong Vrijmetselarij) aktif mengadakan kegiatan kepemudaan, namun hanya Gerakan Pemuda Islam (Jong Islamieten Bond) yang menolaknya karena mengetahui bahwa aksi ini didanai oleh kaum Freemasonry. Untuk itulah mereka menandinginya dengan menerbitkan bulten Her Licht (An Nur atau Cahaya) yang bermaksud untuk membungkam tipu daya mereka.

Sebab mereka tahu orang-orang seperti Tabrani, Muhammad Yamin ini telah berkiblat pada theosofi. Pada akhirnya dengan kegigihan orang-orangnya Sumpah Pemuda ini dikumandangkan yang bertujuan untuk memperkenalkan theosofi pada para pemuda, kedua untuk memperkuat perhimpunan theosofi sendiri, sedangkan yang ketiga adalah untuk mengumandangkan persaudaraan universal, tanpa memandang agama, ras, bangsa dan golongan. Maka sebagaimana kita lihat ikrar sumpah pemuda setiap tanggal 28 Oktober itu selalu kita peringati itu seolah-olah mengajak pada persatuan bangsa, bahasa dan tanah air, tetapi lebih dari itu adalah ajakan pada persaudaraan universal, sangat khas theosofi. []